Cinta Dika untuk Diana Gadis Penyuluh Katak
23.30 |
Terangnya cahaya lampu di sepanjang jalan desa satu demi satu mulai padam, suasana semakin gelap dan para penduduk desa mulai menjemput mimpinya. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Diana. Karena di saat para penduduk desa terlelap Diana harus memulai pekerjaannya sebagai pencari katak. Hal ini di lakukan olehnya karena terpaksa demi mencari nafkah untuk dirinya dan ibunya. Dia sudah tidak memiliki ayah, ayahnya telah meninggal saat dia masih kelas 3 SMP. Ayahnya meninggal karena digigit ular saat mencari katak. Sedangkan ibunya sudah lumpuh sejak Diana masih di bangku sekolah dasar, ibunya mengalami kecelakaan dan menyebabkan lumpuh total. Oleh karena dia ditinggal ayahnya dia harus bekerja keras untuk biaya sekolah dan juga biaya hidup sehari-hari . Selama ini Penghasilan keluarganya pun hanya dari perolehan ayahnya sebagai pemburu katak. Diana memilih melakoni sebagai pemburu katak karena hanya saat malam hari dia dapat bekerja dan hanya satu-satunya pekerjaan di desanya yang dapat dilakukan pada malam hari. Karena pada saat siang hari dia harus sekolah dan juga merawat ibunya.
Meskipun dia seorang anak gadis tetapi semangatnya tidak kalah dengan para pemburu katak pada yang biasanya dilakukan oleh para pria yang sudah dewasa. Dengan berbekal lampu senter milik almarhum ayahnya dan juga tempat penangkapan katak Diana berangkat memburu katak. Biasanya Diana pergi mencari katak sendiri namun sekarang Diana mempunyai teman baru yang baru pindah di desanya selama 1 bulan ini. Dia namanya Dika. “dika, ayo kita berangkat, keburu subuh ni?” gerutu Diana di samping jendela kamar Dika. Dengan segera dika keluar dan mengajak Diana berangkat. Mereka berdua memulai perburuan mereka di sawah-sawah di desanya. Di tengah kegelapan malam yang dingin dan sunyi terdengar banyak suara katak yang keras. Diana dan Dika sangat bahagia saat mendengar katak-katak bersuara, sambil bercanda mereka membayangkan semua katak masuk dalam keranjang milik Diana. “ wah wah suara kataknya terdengar banyak sekali ya dika?” oceh Diana “ ya tentu lah Diana tadi sore kan hujannya lebat, katak-katak pasti banyak banget. Tapi sepertinya kataknya mau sembunyi deh kalau tau kamu ada di sini, hehe” goda Dika. Diana langsung melepar Dika dengan bongkahan lumpur di sawah. Memang mereka sangat akrab sekali. Bagi mereka tiada waktu tanpa bercanda karena hanya itu satu-satunya hal yang dapat menghibur kelelahan mereka agar tidak terasa akan capeknya.
Dika merasa sangat senang jika dapat menghibur Diana karena Dika sangat menyayangi Diana. Bagi Dika kesedihan Diana adalah kesedihan bagi hidupnya juga. Dika sangat kagum akan kehidupan Diana sebagai gadis yang tegar dan kuat yang menjadi tulang punggung keluarganya. Akhirnya mereka mendapatkan katak yang lumayan banyak. Diana senang sekali dia terlihat gembira karena pasti hasil tangkapan kataknya akan mendapatkan uang yang banyak untuk tambahan pengobatan ibunya. Akhirnya mereka pulang pukul 03.00 pagi, dika mengantar Diana sampai di depan pintu rumah. Pagi itu digunakan Diana untuk tidur sejenak sebelum dia harus bagun jam 05.00 untuk merawat ibunya kemudian berangkat sekolah.
Pagi itu saat Diana akan berangkat sekolah, seperti biasanya Diana menjemput Dika. Dengan gembira Diana menjemput dika sambil bernyanyi di jalan, Diana memang seorang gadis yang selalu ceria dia tidak pernah terlihat bersedih di depan orang lain. “wah bagus sekali mobilnya? Tapi kok di depan kontrakan Dika sih? Siapa ya? “ dalam hati Diana muncul berbagai pertanyaan kenapa ada mobil semewah itu di depan kontrakan dika padahalkan dika dulu bilang sudah tidak mempunyai keluarga. Lalu Diana segera menuju pintu kontrakan dika “ dika ayo pulang nak, kamu kenapa harus meninggalkan papa dan mama seperti ini? Kami sangat menyayangimu nak. Mama mohon kamu mau pulang ya? Mama dan papa janji akan membagi waktu kami untuk kamu nak “ . mendengar hal itu Diana langsung berlari dan meninggalkan kontrakan dika. Dia berangkat ke sekolah dengan perasaan kecewa, Diana sangat sedih karena telah di bohongi oleh sahabat yang sangat disayangi olehnya. Diana merasa bahwa sudah tidak memiliki sahabat lagi, dia berjalan dengan lunglai setelah mendengar semuanya. “ kamu jahat dika, kenapa kamu tega membohongi aku, kenapa kamu dulu bilang tidak memiliki keluarga? Tapi nyatanya kamu adalah anak dari orang yang kaya raya. Kamu jahat dika, aku membencimu, aku gak akan pernah mau lagi bertemu dengan mu.” Kemarahan Diana begitu menggebu hingga akhirnya “ brakkkkkk” sebuah mobil yang melaju kencang menabrak Diana yng tidak konsen di jalan. Para penduduk yang menyaksikan kejadian itu segera menghampiri Diana dan membawanya kerumah sakit, “ Mama janji kan? Kalau memang mama benar-benar menyayangi Dika, baik Dika akan pulang. Tapi dika harus pamit dengan seseorang dulu ma” setelah berbicara kepada mamanya dika langsung bergegas untuk menjemput Diana karena dika tidak tahu bahwa dian sudah menjemputnya
“ Diana,Diana….. ayo berangkat? “ teriak diak di depan rumah Diana. “ nak dika, kamu mencari Diana ya? Kok kamu gak tau ya kalau tadi Diana ditabrak sebuah mobil di jalan depan “ sahut tetangga Diana yang tadi mengetahui kejadian itu. “ apa??? Lalu dia sekarang ada dimana? “ Tanya dika. “ dia sudah di bawa ke rumah sakit tadi” jawab tetangga Diana. Dengan segera dika menuju ke rumah sakit. Dika sangat mengkhawatirkan keadaaan Diana. Dia takut terjadi apa-apa dengan Diana. Sesampainya dirumah sakit dika segera menanyakan ruang rawat Diana. Dan dika segera menuju ruang raawat Diana. Dengan air mata yang mengalir di wajah dika, dia memegang tangan Diana, berharap Diana segera sadar dari komanya.dika sangat sedih meliahat infus yang menancap di tangan kuat Diana, Dika juga tidak tahan melihat orang yang disayanginya berbalut dengan perban di kepala dan lengannya. Seakan dika merasakan apa yang dirasakan Diana.
“ Diana, cepat sadar. Aku disini menunggumu Diana, aku sangat mencintai kamu. Aku mohon, cepat sadar Diana” dengan kesedihan mendalam dika mengharapkan agar Diana cepat sadar dan sembuh. Putaran jam semakin cepat dan waktu semakin malam, dikatertidur menunggu Diana dismping tempat tidur Diana. Tiba-tiba Diana sadar dari komanya, dika segera terbangun dan tersenyum gembira. “ Diana, akhirnya kamu sadar juga, aku sangat mengkhawatirkan kamu” ucap dika dengan lembut. “ buat apa kamu ada di sini? Dasar pembohong, sudah sana kamu pergi dengan kebohongan kamu selama ini” kata-kata pertama Diana setelah bangun dari sadarnya membuat dika sangat sedih. “ maksud kamu apa Diana? Aku tidak akan pergi meninggalkan kamu, aku sangat menyayangimu Diana”. Sahut dika . “ tetapi kenapa kamu membohongi aku? Kenapa? Kamu punya mama, papa, dan juga keluarga yang kaya. Aku bukan apa-apa untukmu. Silakan kamu pergi dari sini,pergi!”. Teriak Diana. Dika segera keluar dari ruangan Diana tetapi dika tidak meninggalkan Diana karena dika menunggu di luar ruangan Diana. Dika sadar bahwa selama ini dia salah tidak menceritakan yang sesungguhnya kepada Diana. Padahal dika tahu bahwa Diana sangat membenci kebohongan. Selama beberapa hari selama Diana di rumah sakit dika menunggu di luar ruangan sambil mendoakan kesembuhan Diana.
Ketika saatnya tiba Dika dijemput oleh kedua orang tuanya. Dika terpaksa mau kembali ke rumah meskipun Diana masih dalam keadaan yang kurang baik, karena papa dika berjanji akan membiayai seluruh pengobatan Diana, asalkan dika mau kembali ke rumah. Selama Seminggu setelah Diana sembuh dian sendirian dan mencari katak sendiri. Sedangkan dika berada dirumah, merasa sangat kesepian dan sedih dia juga jarang mau makan. Mamanya sangat menghawatirkan keadaan dika. Mama dika berusaha mendekati dika agar dia mau bercerita semuanya yang telah terjadi, hingga membuat dika seperti ini. Malam itu saat ayah dika belum pulang dari tempat kerjanya, mama dika mengajak dika untuk makan malam. Saat makan malam akhirnya dika mau bercerita semuanya. Mama dika mengerti apa yang dirasakan anak kesayangannya itu. Setelah makan malam mama dika menyuruh dika segera tidur. mama dika bermaksud untuk menemui Diana, untuk menjelaskan semuanya tentang apa yang dilakukan dika kepada Diana.
Embun pagi masih segar di dedaunanan, mama dika sengaja berangkat pagi-pagi karena dia bermaksud untuk menemui Diana. Dengan diantar supir pribadinya mama dika menuju ke rumah Diana. “ Assalamualaikaum” teriak mama dika di depan rumah Diana” waalaikumsalam” sahut Diana dari dalam rumah. Saat mengetahui yang datang adalah mama dika, Diana langsung menutup pintunya kembali “ Diana, tolong buka pintunya sebentar, saya hanya ingin menjelaskan sesuatu kepadamu saya tau kamu adalah gadis yang baik, jika kamu tidak mau membukakan pintu tidak apa-apa. Tapi kamu harus mendengarkan ini, dika sangat mencintaimu. Dia terpaksa berbohong kepadamu karena dia tidak mau jauh dari kamu, dia takut jika Dika jujur padamu kamu tidak mau dekat dengannya. Ketahuilah, dika selalu menunggumu, dan dika pulang atas dasar permintaan saya sebagai mamanya, saya harap kamu mengerti maksud kata-kata saya, saya tidak sanggup lagi melihat dika di rumah bersedih terus.“ jelas mama dika. Diana menangis terisak, di balik pintu. Dia menyesal telah berbuat demikian kepada dika.
Diana segera membuka pintu, dan di peluknya mama dika sambil menangis. “maafkan saya tante, saya telah membuat dika jadi seperti ini”tangisan dika dibalas dengan belaian lembut mama dika. Setelah itu, mama dika ingin agar Diana dan ibunya tinggal bersama-sama dengannya di kota, di rumah dika. Diana setuju karena Diana juga tidak bisa jauh dengn dika. Mama dika, Diana, dan ibunya Diana segera berangkat ke rumah dika. Setibanya di rumah, dika sangat terkejut sekaligus bahagia karena bisa melihat Diana kembali dan bersama-sam dengannya “ dika kita masih bisa cari katak bersama gak?”. Akhirnya mereka hidup dengan bahagia bersama dengan penuh kehangatan keluarga.
Read User's Comments(0)
Langganan:
Komentar (Atom)





